Selasa, 27 Agustus 2019

Kulit Kayu Mahoni Sebagai Bahan Pewarnaan Alami.

Ekstrak dari Kulit Kayu Mahoni bisa digunakan untuk pewarnaan tekstil - batik yang menghailkan warna coklat atau coklat kemerahan, bahkan coklat kehitaman tergantung fixer (pengunci yang digunakan). Ambil kult kayu mahoni kering, dipotong-potong kecil lalu timbang 1 Kg bahan-kulit kayu mahoni. Rebus 1 kg kulit kayu Mahoni dengan 10 lier air dengan api panas hingga rebusan tadi menjadi kira kira setengahnya (5 liter).  Kemudian tunggu larutan warna menjadi dingin, baru kemudian setelah dingin disaring lalu digunaaan untuk pewarnaan. Info/kontak WA:
081215069703  #kursusbatik #batiksekarkedhaton

Senin, 29 April 2019

PEMBUATAN LARUTAN FIKSASI UTUK WARNA ALAM


Pada akhir proses pewarnaan alam, ikatan antara zat warna alam yang sudah terikat oleh serat masih perlu diperkuat lagi dengan garam logam seperti tawas (K (SO4)2), kapur (Ca (OH)2) dan tunjung (FeSO4). Selain memperkuat ikatan, garam logam juga berfungsi untuk mengubah arah warna ZWA, sesuai jenis garam logam yang mengikatnya.
Pada kebanyakan warna alam, tawas akan memberikan arah warna yang sesuai dengan warna aslinya, sedangkan tunjung akan memberikan arah warna lebih gelap/tua.
Pada pewarnaan dengan indigo, fiksasi yang digunakan ialah dengan larutan air cuka 0,5 ml/l dengan ditambahkan 1 buah jeruk nipis/ 20 l.

Semoga bermanfaat bagi para pembaca, terlbih bagi yang memmbutuhkan.
konsultasi gratis seumur hidup. WA. 081215069703 #batiksekarkedhaton
#kusrusbatik 
#batik_course #privatbatik



Sabtu, 20 April 2019

MORDANTING dan FIKSASI UNTUK WARNA ALAM


PROSES MORDANTING
Kain sebelum dibatik jika ingin diproses dengan Zat Warna Alam sebaiknya diproses mordan terlebih dahulu. Hal ini dlakukan agar zat warna alam yang menempel pada kain tidak cepat pudar.
Resep mordanting untuk 500 gram kain katun.
  1. Kain direndam dalam larutan 2 gram/liter air dan TRO selama semalam.
  2. Cuci bersih.
  3. Rebus dalam air yang mengandung 100 gram tawas dalam soda abu (30 gram) selama 1 jam.
  4. Keringkan dan siap di warna alam.
CARA PEWARNAAN DENGAN ZWA INDIGO
  1. Kain yang sudah dibasahi dicelupkan pada zat pewarna bersuhu dingin,
  2. Kemudian dijemur di tempat yang teduh dan dalam keadaaan setengah kering, celup berulang-ulang hingga sesuai ketuaan warna yang dikehendaki (minimal 5 x).
  3. Setelah kering , kain tersebut di fiksasi dengan (larutan air cuka + jeruk nipis).
  4. Cuci bersih dan jemur di tempat sejuk dan tidak terpapar sinar matahari.
PEMBUATAN LARUTAN FIKSASI
Pada akhir proses pewarnaan alam, ikatan antara zat warna alam yang sudah terikat oleh serat masih perlu diperkuat lagi dengan garam logam seperti tawas (K (SO4)2), kapur (Ca (OH)2) dan tunjung (FeSO4). Selain memperkuat ikatan, garam logam juga berfungsi untuk mengubah arah warna ZWA, sesuai jenis garam logam yang mengikatnya.
Pada kebanyakan warna alam, tawas akan memberikan arah warna yang sesuai dengan warna aslinya, sedangkan tunjung akan memberikan arah warna lebih gelap/tua.
Pada pewarnaan dengan indigo, fiksasi yang digunakan ialah dengan larutan air cuka 0,5 ml/l dengan ditambahkan 1 buah jeruk nipis/ 20 l.

Info: WA. 081215069703

Senin, 11 Februari 2019

INDIGOSOL : Pewarna Untuk Batik


Zat Warna sintetis termasuk dalam zat warna Bejana yang larut dalam air. Pada  proses pencelupan tekstil-batik memerlukan dua (2) tahapan, yaitu pencelupan ke dalam zat warna dan pencelupan ke dalam zat pembangkit warna (larutan asam-HCL).
Zat pendukung yang diperlukan pada pencelupan dengan zat warna Indigosol adalah Natrium Nitrit. Zat warna jenis ini mempunyai sifat: dapat larut dalam air panas dan tidak memerlukan zat pelarut tertentu, mempunyai ketahanan luntur yang baik, mudah dipakai/praktis.

Jenis Zat Warna Indigosol sangat beragam, di antaranya adalah:
Indigosol Gelb U         : Kuning Muda
Indigosol Yellow IGK : Kuning
Indigosol Yellow IRK : Kuning Tua
Indigosol Green 13 G  : Hijau Muda
Indigosol Green IB      : Hijau
Indigosol Blue O4B    : Biru Muda
Indigosol Gre IBL       : Abu-abu
Brown IBR                  : Coklat Muda
Brown IRRN               : Coklat
Pink R                          : Merah Muda
Rose IR                        : Merah
Orenge HR                  : Orange
Violet ARR                  : Ungu Muda
Violet 2 K                   : Ungu
Violet ABBT                : Ungu Tua

RESEP PENCELUPAN ZAT WARNA INDIGOSOL

Zat warna Indigosol Brown IRRD         : 10 g
Natrium Nitrit                                    : 20 g
Air panas mendidih                            : ½ liter
Air dingin                                          : 3 liter

CARA PELARUTAN
Indigosol ditaruh di gayung, masukkan air panas sedikit demi sedikit sambil diaduk sampai jernih
Masukkan air dingin sambil diaduk rata
Masukkan natrium nitrit sambil daduk rata
Larutan siap digunakan.

Setelah kain dimasukkan ke dalam larutan zat warna indigosol  maka segeralah dibentangkan di bawah sinar matahari dengan cara dibolak-balik hingga timbul warnanya.  Selanjutnya difiksasi (dikunci) warnanya dengan memasukkan ke dalam larutan asam klorida (HCL) 50 cc ke dalam air dingin 5 lt dan dibolak-balik hingga rata, kemudian dicuci dan direndam sebentar ke dalam air netral.

Senin, 19 Februari 2018

Logo Batik Sekar Kedhaton

LOGO BATIK SEKAR KEDHATON GIRILOYO
Betapa pentingnya sebuah Logo dalam dunia bisnis atau perusahaan. Logo juga termasuk salah satu Brand maupun Identitas lembaga, instansi, perusahaan maupun organisasi agar mudah dikenal publik. Karenanya, logo hendaknya didesain yang  menarik dan mudah diterjemahkan oleh publik baik filosofi maupun makna yang terkandung di dalam logo tersebut.
Yang perlu diingat dalam membuat logo adalah perlu adanya ide yang unik yang lain dari pada logo lainnya, karena seperti telah ditulis diatas bahwa logo tersebut merupakan identitas suatu perusahaan maupun lembaga kita. Seperti perusahaan pada umumnya, Meski cukup sederhana Batik Sekar Kedhaton Giriloyo meski belum sebesar perusahaan yang ada tapi sudah memiliki logo sebagai lambang, identitas, karakter perusahaan agar mudah dikenal oleh Publik. inilah logo Batik Sekar Kedhaton sebagai identitas perusahaan Batik yang berada di dusun Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. 

Selasa, 07 Februari 2017

Privat Batik Tulis di Batik Giriloyo

Mengambil kelas Privat adalah pilihan tepat, ketika anda dihadapkan pada suatu pilihan di mana waktu anda tidak begitu banyak dan anda tidak suka suasana ramai dan anda mempunyai keinginan yang begitu tinggi untuk bisa mengerti apa dan bagaimana batik itu. Batik adalah suatu proses yang panjang. Butuh ketelitian, kecermatan dan kesabaran. Ada beberapa alat dan bahan pokok yang digunakan serta tahapan yang harus dilalui untuk bisa mewujudkan suatu lembar kain batik.
Nah.. alat dan bahan serta tahapan-tahapan itulah dapat anda temukan di dalam kelas Privat Batik nantinya.
Tak perlu bayar mahal untuk bisa mengambil kelas Privat. Cukup mengga
Ibu Iriana Jokowi mencoba nyanting
nti beaya cetak modul dan alat serta bahan maupun Pewarna untuk praktek dalam kelas Privat tersebut. Dan yang lebih penting adalah niat dan komitment untuk melestarikan warisan budaya adiluhung [Batik Tulis].
Jika tempat anda jauh dari tempat Kursus/Privat tersebut, dan tidak mungkin untuk bisa menjangkaunya karna waktu anda tidak banyak, maka bisa juga anda mendatangkan tutor privat untuk mendampingi anda dalam belajar batik tulis dan pewarnaan dengan konsekwensi segala akomodasi selama kegiatan dan transport anda menanggungnya. Atau jika anda mempunyai cukup waktu maka sebaiknya anda bisa meluangkan waktu untuk datang di tempat kursus/privat tersebut sembari rekreasi di sentra kerajinan batik tulis Giriloyo. Di sana anda bisa melihat pemandangan yang mungkin tidak pernah anda temukan selama ini serta bisa melihat beberapa produk batik tulis klasik-tradisional yang sayarat akan makna serta penuh filosofi. 
Tunggu apa lagi?... segera lengkapi pengetahuan anda tentang batik tulis dan segera kuasai teknik membuat batik..

#Info detail call WA: 081215069703


Jumat, 01 April 2016

Iriana Jokowi Berkunjung di Sentra Batik Giriloyo

Selasa, 27 Maret 2016 suasana panas menyelimuti sekitar Gazebo Batik Giriloyo. dari pagi hingga siang di sekitar gazebo Batik Giriloyo banyak lalu lalang pasukan bersenjata untuk mensterilkan seputar Gazebo Batik Giriloyo karna bakal dikunjungi Ibu Kepala Negara- Iriani Jokowi untuk melihat langsung kegiatan pengrajin batik di sentra Batik Giriloyo. 
Sekitar pukul 14.30 Wib. Iring-irangan rombongan RI 3 tiba di Gazebo Batik Giriloyo. Rombongan langsung menuju gazebo kecil untuk melihat proses membatik. Setelah bebrapa saat Ibu Iriani menyaksikan goresan canting di atas media kain oleh pembatik kemudian beliau timbul keingininan untuk mencoba memegang canting dan menorehkan cairan lilin di atas kain bermotif tokoh wayang. Dipandu oleh pengurus Paguyuban Batik Giriloyo kemudian rombongan RI 3 diajak menuju tempat Proses pewarnaan alam. Takjub dan penuh kesan dengan apa yang dilakukan oleh para "pencelup"warna alami sekaligus penasaran kenapa bisa jadi seperti itu. Kemudian dijelaskan proses awal/pengolahan bahan warna alam, pencelupan kain ke dalam zat warna alam hingga proses ahir batik tulis menjadi kain batik. 
Untuk menyempurnakan jawaban atas kepenasaran pengunjung kemudian rombongan RI 3 diajak menuju Joglo utama yang di situ telah didisplay produk-produk batik warna alam milik pengrajin batik tulis Giriloyo. Akhirnya terjawablah apa yang menjadi pertanyaan dalam hati mereka selama ini tentang apa dan bagaimana batik tulis itu. Dan sebagai apresiasi terhadap karya para pengrajin batik tulis di Giriloyo ini mereka kemudian membeli beberapa lembar kain batik motif klasik dengan pewarnaan alami.

Ibu Iriani menyaksikan proses membatik

Ibu Iriani menyaksikan prosesWarna

Ibu Iriani menuju Showroom Batik Giriloyo

Ibu Iriani memilih batik tulis warna alam


Minggu, 01 Maret 2015

Batik Tulis Giriloyo Yang Ramah Lingkungan

Batik Tulis dengan proses warna Alam
Giriloyo, Wukirsari, Imogiri, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan sentra kerajinan batik tulis yang hingga saat ini masih setia melestarikan batik klasik. Namun demikian di wilayah ini juga banyak menciptakan motif-motif kontemporer sesuai dengan perkembangan mode baik dari segi motif maupun corak-warnanya.

Batik klasik yang diproduksi di sentra kerajinan batik tulis Giriloyo ini erat kaitannya dengan motif-motif warisan nenek moyang atau motif-motif yang sarat dengan filosofi, seperti wahyu temurun, sido mukti, sido asih, sekar jagad, parang kusumo, parang klitik, parang rusak dan parang-parang yang lain, babon angrem, sido luhur, wirasat, gigot, tinar buko. 

Meski motif yang diproduksi adalah motif klasik yang lazimnya berwarna sogan (biru-coklat) ataupun kelengan (biru), di sentra ini kini batik-batik kalsik tersebut diproses warna alami yang tak kalah menariknya dengan batik-batik warna sogan. Justru dengan warna alami tersebut produk-produk yang ada mempunyai daya tarik sendiri dan mempunyai nilai jual yang tinggi.

Bahan-bahan yang digunakan untuk pewarna alami ini banyak dan mudah di dapat di lingkungan sekitar yang bisa dimanfaatkan. Seperti: Kulit kayu mahoni, kayu nangka, daun jambu, daun mangga, kulit buah manggis, buah jolawe atau daun, buah serta kulit kayu yang lainnya.

Untuk pewarna alami ini nyaris tidak meninggalkan limbah, dan ramah lingkunagn serta aman bagi kesehatan.

Jumat, 13 Februari 2015

Belajar Batik Singkat

Sebanyak 100 Siswa SD. Muhammadiyah Suronatan Yogyakarta belajar batik tulis di gazebo batik Giriloyo. Pengalaman baru kini didapat, yang sebelumnya hanya sekedar angan-angan dan bayangan tapi kini mereka sudah tau tentang proses batik tulis. Riuh, sorak-sorai mereka memegang sehelai kain dengan ukuran 30 X 30 Cm "aku sudah dapat" teriak salah satu siswa sembari menanyakan kepada temanya "Kamu sudah dapat kain belum"? dengan riang dan wajah penuh penasaran segera mulai belajar membatik. Canting pun diambilnya, kemudian dicelupkan ke dalam cairan lilin/malam panas dan di;anjutkan dengan menorehkan carat canting di atas sehelai kain mori yang sudah didesain sebelumnya.. 
TUNGGU LANJUTAN CERITANYA DI HALAMAN INI..................

Sabtu, 10 Januari 2015

Batik Tulis Klasik

Batik tulis klasik-tradisional, diproses dengan pewarna naptol dan indigosol.

Motif Sidomukti -Kembang pacar Riningan
Rp. 700.000,-

Motif Sido Mukti - Sungutan
Rp. 500.000,-

Motif Kupu. SIze 115 x 200 Cm
Rp. 250.000,-

Motif Alas-alasan
Size 115 x 200 Cm
Rp. 250.000,-

Motif Sri uncoro
Size 115 x 200 Cm
Rp. 300.000,-

Motif Bunga
Size 115 x 200 Cm
Rp. 250.000,-

Motif Gegot
Rp. 400.000,-

Rp. 250.000,-

Rp. 400.000,-

Rp. 200.000,-

Rp. 250.000,-

Kamis, 25 Desember 2014

TRUNTUM MOTIF Batik Klasik

THE TRUNTUM MOTIF  was created by Kanjeng Ratu Kencana, the wife of Sunan Paku Buwana III, and refers to revitalized love. She created this motif as a symbol of unconditional, everlasting love that continues to gro (tumaruntum). Because of its meaning, the cloth with the truntum motif is usually worn by the parents of the bride and groom on the wedding day. It is hoped that the love symbolized in this motif will be passed on to the bridal couple. It is sometimes felt that the parents are required to “guide” the bridal couple as they enter a new life together. >>>Lihat terjemahan tentang TRUNTUM 

TAMBAL of MOTIF BATIK

Tambal Pamulito
TAMBAL MEANS “To patch” or to restore whatever has been destroyed in the journey of life. Humans must improve themselves, both physically and spiritually. Formerly, it is said that the batik cloth that had the tambal motif could heal a sick person who was wrapped in it. This belief  arose because sick people were considered to be “lacking something”, so they needed to be “patched up” in order to be heald.

Rabu, 17 Desember 2014

Batik Tulis Motif Minimalis Untuk Busana

Motif Minimalsi untuk Busana

Motif minimalis

Kupu-kupu kombinasi truntum dalam motif minimalis

Motif Sido Mukti Sungut



Label

Batik Tulis Giriloyo (10) Batik Giriloyo (8) Batik (5) Batik Warna Alam (5) Warna alam (5) Belajar Batik (4) Batik Tulis (3) Indigo (3) Motif Batik (3) Motif Sidoasih (3) Produk Batik (3) Batik Bantul (2) Batik Klasik (2) Budaya Batik (2) Fiksasi (2) Gazebo Batik Giriloyo (2) Jogja Fashion Week (2) Pewarnaan Alam (2) Pringgondani (2) Sido Mukti (2) Wahyu Temurun (2) Wahyutemurun (2) Zat Warna Alam (2) Baju Batik (1) Bantul (1) Bantul Exspo (BE) 2012 (1) Batik Solo (1) Batik ACEH (1) Batik Cap (1) Batik Sutera (1) Batik Tulis Girilyo (1) Batik Tulis Motif Tambal (1) Batrik Giriloyo (1) Belajar Batik Tulis (1) Biru Indigo (1) Buku Belajar Batik (1) Clean Batik (1) Corak Batik (1) Desa Wisata (1) Fashion carnival (1) Filosofi Batik (1) Giriloyo Batik Village (1) Gondorukem (1) Guru Batik (1) JFW 2012 (1) Kampung Batik Tulis (1) Kemeja Batik (1) Kursus batik tulis (1) Larutan Fiksasi (1) Leraning Batik (1) Lomba Foto (1) Makam Sultan Agung (1) Makam Sultan Agung (1) Mesin Pewarna Batik Feeder (1) Motif Minimalis (1) Nglorod Batik (1) Ornamen (1) Ornament Isen (1) Paket Wisata (1) Pameran Dagang (1) Pasta Indigo (1) Pembuatan batik (1) Peragaan Busana (1) Perajin Batik Giriloyo (1) Pola Batik. (1) Pola Ornamen (1) Privat Batik Tulis (1) Produk (1) Produk Batik Tulis (1) Proses Warna Alami (1) Ragam Hias (1) Rahardi Ramlan (1) Ramah Lingkungan (1) SMU 1 Sewon (1) Sebuah Harga Produk (1) Sejarah (1) Sejarah Motif Batik (1) Sejarah Motif Batik Kraton (1) Semen Gurdo (1) Seni Kriya (1) Sentra Batik (1) Sentra Batik Giriloyo (1) Sentra batik tulis giriloyo (1) Sido Asih (1) Sido Luhur (1) Sido Mukti.Warna alam (1) Tpis. (1) Truntum Motif (1) Upaya Pelestarian batik Tulis (1) Warisan Budaya (1) Wisata Batik Giriloyo (1) YAKKUM (1) batik Course (1) batik Jogja (1) batik ramah lingkungan (1) batik sekar kedhaton.giriloyo (1) batik tulis warna alam (1) canting batik (1) canting tulis (1) ekstraksi (1) indigosol.warna batik (1) kelas privat (1) kulit kayu mahoni (1) kursusbatik (1) logo (1) membatik (1) motif kalsik (1) motif klasik (1) motiftradisional (1) pasar wisata (1) pengrajin batik tulis giriloyo (1) proses batik (1) sekar jagad (1) sisik Melik (1) warna sintetis (1) wword craft council (1)